You are currently viewing Cara Membaca Data Iklan di Facebook

Cara Membaca Data Iklan di Facebook

Cara Membaca Data Iklan di Facebook

Cara Membaca Data Iklan di Facebook Pada artikel kali ini kita akan membahas bagaimana Cara Baca Data Iklan Di Ads Manager yang baik dan benar. Pada saat kalian sudah melakukan testing iklan untuk menguji produk kalian.

Maka hal yang perlu kalian perhatikan adalah membaca data tersebut, apakah produk kalian memang memiliki pangsa pasar, memiliki size market, serta apakah konten kalian menarik untuk audiece baik dari segi emosi ataupun visual.

Untuk pembacaan data itu tergantung dari funneling atau goals yang kalian, Dalam contoh ini saya menggunakan objektif prospek maka tujuan saya adalah mengumpulkan lead semurah dan sebanyak mungkin dalam menjual produk

Kita akan membedah dashboard yang saya pegang serta data apa saja yang menurut saya penting. Untuk pertama kalian bisa klik kolom lalu pilih sesuaikan kolum. Karena pada kali ini saya menggunakan costum kolum yang saya edit sendiri

Baca juga artikel kami mengenai Cara Iklan di Facebook Yang Efektif Part 1

 

 Cara Baca Data Iklan Di Ads ManagerBerikut Data Di Ads Manager Versi Pribadi (Kalian Bisa Tambahkan Sesuai Dengan Keinginan Kalian) – Cara Baca Data Iklan Di Ads Manager

  • Jangakaun
  • Interaksi
  • CPR (biaya per hasil)
  • CPM (biaya per 1000 tayangan)
  • CTR
  • CPC (clik per tautan)
  • Klik tautan unik
  • LVP (Tayangan halaman landas)
  • OCLP (presentasi dari orang yang klik ads kita ke website)
  • Lp to prospek (presentasi orang yang di landing page ke prospek)

 

Ini adalah beberapa data yang wajib saya punya di data dashoboard. Untuk data seperti “OCLP atau LP to prospek” itu metrik costum ya, jadi kalian harus memuatnya sendiri dengan rumus yang kalian masukkan. nanti saya akan bahas di artikel selanjutnya mengenai rumus dalam membuat metrik facebook.

Menentukan Batas Panik

Kalian juga harus punya patokan berapa “batas panik” yang kalian punya dalam menentukan KPI (key performa indikator). Semisal karena saya memakai lead yang notabenya buka form maka batas panik saya adalah 1 dollar (15 ribu rupiah).

Maka jika dalam 1 hari melebih 1 dollar maka kita wajib membedah mana yang kurang dan bisa kita optimalkan

Bisa dari kontennya yang kurang menarik, ataupun kita bisa mencoba anggel lain, bisa juga dari Landing page yang kurang menjual. Lalu settingannya saya pakai cara seperti

Baca juga artikel mengenai

Semisal CTR atau CPC yang mahal di angka 2000 rupiah berarti menjelaskan konten kalian yang kurang menarik, sehingga sedikit yang mengklik iklan kalian.

Lalu semisal sudah banyak yang klik iklan anda (klik tautan) lalu data orang yang masuk wesbite sedikit berarti ada masalah di website kalian (bisa gambar yang terlalu besar/ atau kecepatan website)

Semisal yang masuk website sudah banyak tapi yang menjadi konversi/ lead sedikit maka bisa jadi ada yang salah dengan website anda. “Ingat jika Value yang kalian tawarkan melebihi ekpektasi konsumen makan konversi bisa menjadi lebih maksimal”.

Berikut saya berikut contoh data dari salah satu iklan yang saya pegang :

 

"</h3

Cara Baca Data Iklan Di Ads Manager

Simulasi study case

Anda iklan 100 ribu perhari lalu menghasilkan 100 klik  tautan, berarti kalian mengabiskan 1.000 rupiah untuk setiap klik. Dari 100 orang yang klik ada 80 orang yang masuk di website berarti OCLP nya adalah 80 persen.

Jadi  ada 20 orang tidak bisa masuk ke website kalian, mungkin karena lemot ataupun saat klik dia langsung keluar dan tidak sampai ke website anda. Lalu dari 80 orang yang masuk ke website kalian ada 8 orang yang menjadi lead/konversi. Maka dari sini presentasi “lp to prospek” sekitar 10 persen. Nah setelah itu baru anda wajib hitung apakah bisnis yang anda jalankan dari data ini profit apa tidak dan sudah sesuai dengan KPI (key performa indikator)

Anggaplah kalian beriklan tadi mengambil margin 30 ribu dengan hasil mendapatkan 8 sales. Otomatis kalian memiliki keuntungan sekitar 240 ribu. Setelah itu tinggal kalian mengurangi dengan biaya iklan, CS serta biaya packing.

 

Semoga bermanfaat ya untuk artikel ini. Silahkan share jika artikel ini bermanfaat dan jangan sungkan untuk bertanya.

Tinggalkan Balasan