You are currently viewing Penjabaran Objective Facebook Ads

Penjabaran Objective Facebook Ads

Penjabaran Objective Facebook Ads

Penjabaran Objective Facebook Ads Untuk para pemula pastinya bingung untuk pemilihan objektif dalam beriklan di Meta. Ada interaksi, awarness, sales serta objetif lainnya. Sebelum menentukan objektif apa yang ingin kalian pilih.

Kalian wajib bertanya kepada diri anda sendiri “Apa Tujuan/goals kalian dalam beriklan”. Apakah penjualan? ataukah database? ataukah supaya merek anda bisa dikenal dengan luas? Karena sejatinya meta sudah memberikan pilihan objektif sesuai dengan tujuan masing-masing.

Baca juga artikel kami mengenai Apa Itu Facebook Dan Instagram Ads?

Pemilihan Objektif Beriklan Di Facebook Dan Instagram

Macam-macam objektif dalam meta ads :

  1. Brand Awarnes: Tampilkan iklan Anda ke orang yang kemungkinan besar akan mengingatnya (Cocok untuk mengenalkan merek dari produk baru )
  2. Traffic: Kirim orang ke destinasi seperti situs web, aplikasi, atau Acara Facebook Anda (kirim traffic sebanyak banyaknya ke website dengan biaya semurah-murahnya)
  3. Interaksi: Dapatkan lebih banyak pesan, tayangan video, interaksi postingan, suka Halaman, atau tanggapan acara (Cocok untuk WA, Mesengger Dan DM instagram Tanpa Website)
  4. Prospek: Kumpulkan prospek untuk bisnis atau merek Anda (Cocok untuk main landing page dengan funneling WA, wajib pakai pixel seperti konversi)
  5. Promosi Iklan: Cari orang baru untuk menginstal aplikasi Anda dan terus
  6. Sales: Cari orang yang kemungkinan akan membeli produk atau layanan Anda (konversi dengan Landing page pakai WA, form sama seperti prospek)

Tips dalam penggunaan objektif di meta Ads

Oke tolong baca sebaik mungkin dan pahami isinya “jangan malas baca”. Saya akan mencoba memberikan gambaran sedikit.  Jika anda mencari konversi ataupun sales dari jualan/jasa, saya biasa menggunakan objektif “konversi atau prospek”.

Lalu apakah bisa mendapatkan penjualan dari selain objektif tersebut. jawabannya adalah bisa tapi hasilnya tidak akan maksimal.

Karena memang facebook sudah mengkotakkan audiece mana yang punya potensi membeli atau tidak. Semisal anda ingin penjualan tapi anda malah mengiklankan dengan objetif traffic. Kemungkinan besar kualitas audience anda tidak semaksimal konversi bahkan mungkin tidak mendapatkan lead sama sekali. (pengalaman orang sih katanya seperti itu)

Jadi sebenarnya untuk apa ada objektif lainnya kan saya hanya perlu penjualan? Nah disini bedanya ads spesialist yang sudah ekspert dan tidak. Contoh saya punya produk Tas. Lalu saya mengiklankan produk tas dengan objektif awarnes dengan video views.

Jika sudah sampai 1 juta video view lalu saya buat Costum audience dari 1 juta tersebut dan memfilter orang yang menonton 100 persen video saya untuk dimasukkan kedalam iklan traffic.

Lalu saya kerucutkan lagi orang yang sudah masuk website dengan traffic dengan costum audience dengan objektif konversi. (bisa menggunakan landing page yang sama ataupun yang berbeda)

Bagaimana kelihatan bukan bedanya? Ini hanya salah satu trik simpel dalam pemilihan objektif. Dalam beriklan pastinya seseorang pastinya memiliki cara berbeda-beda. Intinya indikator keberhasilan dalam beriklan ditentukan sesuai dengan  anda tujuan/goals masing-masing.

Semoga ide-ide di atas bermanfaat bagi bisnis Anda dalam menjalankan kampanye beriklan di Facebook dan Instagram. S emoga artikel ini bisa bermanfaat dan jangan sungkan untuk  bertanya di komentar

Tinggalkan Balasan